Salah satu faktor kunci keberhasilan ini adalah keberanian madrasah dalam mengadopsi sistem E-Rapor lebih awal dibandingkan sekolah lain. Implementasi sistem digital ini terbukti memberikan keuntungan strategis dalam proses seleksi SNBP, khususnya dalam hal kuota pendaftaran. Jika sebelumnya penggunaan rapor manual hanya memberikan kuota sebesar 40 persen dari total siswa, maka dengan E-Rapor kuota tersebut meningkat menjadi 45 persen.
“Kami mengambil langkah berani dengan menerapkan E-Rapor lebih awal. Ini memang berisiko, tetapi kami yakin langkah ini dapat membuka peluang lebih luas bagi siswa,” jelas Endah.
Tidak hanya fokus pada jalur SNBP, MAN 1 Lamongan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pendampingan siswa dalam menghadapi berbagai jalur seleksi masuk perguruan tinggi lainnya. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan siap bersaing di tingkat nasional.
Di sisi lain, madrasah juga tengah mempersiapkan pelaksanaan ujian akhir bagi siswa kelas 12 yang berlangsung mulai 6 hingga 14 April 2026. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai serta pengalaman panjang dalam penyelenggaraan ujian berbasis komputer, pihak sekolah optimistis pelaksanaan ujian akan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Melalui capaian ini, kami berharap para siswa tidak hanya berhasil dalam aspek akademik, tetapi juga mampu menutup masa pendidikan mereka dengan hasil terbaik atau “husnul khotimah,” sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” pungkasnya.(Bs).





