LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Solokuro jajaran Polres Lamongan Polda Jawa Timur melaksanakan monitoring kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) warga perguruan silat Pagar Nusa yang berlangsung di lingkungan MWC NU Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).
Kehadiran personel kepolisian tersebut dilakukan sebagai langkah pengamanan sekaligus antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama berlangsungnya kegiatan.
Kapolsek Solokuro mengatakan, monitoring dan pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian Ujian Kenaikan Tingkat Pagar Nusa dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar hingga kegiatan selesai. “Kami melakukan monitoring sebagai bentuk pelayanan dan upaya preventif kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas. Harapannya seluruh rangkaian Ujian Kenaikan Tingkat Pagar Nusa dapat berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif sampai selesai,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Solokuro melakukan pemantauan terhadap situasi di sekitar lokasi kegiatan serta berkoordinasi dengan panitia dan pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan, baik pada saat peserta mengikuti kegiatan maupun ketika datang dan meninggalkan lokasi.
Polsek Solokuro juga memberikan perhatian terhadap potensi gesekan yang dapat melibatkan kelompok pemuda maupun anggota perguruan silat. Kepolisian mengedepankan langkah pencegahan dengan mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan perselisihan.
Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan perguruan silat seharusnya menjadi wadah untuk membangun kedisiplinan, persaudaraan, sportivitas dan karakter positif bagi generasi muda. Karena itu, semangat persaudaraan dan saling menghormati perlu terus dijaga, termasuk dengan perguruan silat lainnya.
“Kami mengajak seluruh peserta maupun warga perguruan silat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan mudah terpancing oleh informasi maupun tindakan yang dapat menimbulkan perselisihan. Tunjukkan bahwa pencak silat mampu menjadi sarana membangun karakter, kedisiplinan dan persaudaraan,” jelasnya.





