Selain memastikan keamanan di lokasi, personel kepolisian juga berupaya mengantisipasi terjadinya tawuran antarpemuda maupun gesekan antarperguruan silat. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan dialogis, penyampaian pesan kamtibmas serta koordinasi dengan penyelenggara agar seluruh peserta menaati ketentuan selama kegiatan berlangsung.

Menurut kepolisian, peran pengurus perguruan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para orang tua juga sangat penting dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda. Komunikasi yang baik diharapkan mampu mencegah munculnya kesalahpahaman yang berpotensi berkembang menjadi perselisihan maupun tindakan kekerasan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Polsek Solokuro berharap hubungan harmonis antarperguruan silat di wilayah Kecamatan Solokuro terus terpelihara. Perbedaan organisasi maupun perguruan tidak seharusnya menjadi pemicu perselisihan, melainkan menjadi bagian dari keberagaman masyarakat yang harus dihormati bersama.

Kegiatan monitoring juga menjadi bagian dari upaya Polsek Solokuro untuk meningkatkan kehadiran kepolisian dalam setiap kegiatan masyarakat yang menghadirkan banyak peserta. Dengan langkah antisipasi sejak awal, potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat dicegah sehingga masyarakat maupun peserta dapat mengikuti kegiatan dengan rasa aman dan nyaman.o

Kapolsek Solokuro menambahkan, pihaknya akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh elemenmasyarakat, termasuk organisasi pencak silat, untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kecamatan Solokuro.

“Kami AQ seluruh perguruan silat dapat terus menjaga persaudaraan, saling menghormati dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Polsek Solokuro akan terus melakukan langkah preventif dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah tawuran serta gesekan antarperguruan sehingga situasi kamtibmas di Kecamatan Solokuro tetap aman, damai dan kondusif,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2