Menurutnya, kegiatan monitoring bukan sekadar melihat perkembangan tanaman pertanian, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan mengetahui secara langsung kondisi maupun kebutuhan para petani di lapangan.
“Kami ingin memastikan para petani mendapatkan dukungan dan pendampingan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, petani dan seluruh elemen masyarakat,” lanjutnya.
AKP Akhmad Khusen juga menegaskan bahwa Polsek Solokuro mendukung pelaksanaan Program Pekarangan Bergizi (P2B) sebagai salah satu upaya mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menghasilkan berbagai kebutuhan pangan. Program tersebut dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga sekaligus mendukung kemandirian pangan masyarakat.
“Program Pekarangan Bergizi juga sangat baik untuk terus didorong. Pemanfaatan lahan yang tersedia secara produktif dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan apabila hasilnya berlebih, tentu dapat memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Polsek Solokuro berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan membangun sinergi dengan masyarakat dalam mendukung program pemerintah di bidang pertanian. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas komoditas pertanian, memperluas pemasaran hasil panen, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan potensi tanaman umbi-umbian dan buah-buahan yang produktif, Desa Takerharjo diharapkan dapat terus berkembang sebagai salah satu wilayah penghasil komoditas pertanian unggulan di Kecamatan Solokuro. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, petani dan stakeholder pertanian menjadi modal penting untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan, mulai dari tingkat keluarga, desa hingga daerah.





