“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Api yang ditinggalkan bisa menyebar dengan cepat dan menimbulkan kebakaran besar. Hal ini sangat berbahaya, terutama saat musim kemarau,” tambahnya.
Selain itu, patroli juga bertujuan untuk memantau kondisi debit air sungai yang mulai mengalami penurunan akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
“Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan kekeringan dan dampaknya terhadap kebutuhan air bersih masyarakat,” ungkapnya.
Polsek Solokuro berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat terus ditingkatkan demi menjaga lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari bencana.
Kegiatan patroli ini akan terus dilakukan secara berkala selama musim kemarau berlangsung, dengan pola waktu dan wilayah yang disesuaikan berdasarkan hasil pemetaan titik-titik rawan.(Bs)





