BERITASIBER.COM – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Polsek Solokuro Polres Lamongan Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan monitoring dan pemantauan tanaman jagung milik petani di Desa Tebluru, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan menjelang panen raya jagung yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan oleh para petani setempat. Selain memantau kondisi tanaman, personel Polsek Solokuro juga berdialog langsung dengan masyarakat dan kelompok tani guna mengetahui perkembangan sektor pertanian sekaligus menyerap berbagai aspirasi maupun kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, petani menyampaikan sejumlah keluhan terkait serangan hama tikus yang belakangan ini semakin meningkat dan mengancam tanaman jagung yang telah memasuki masa produktif menjelang panen. Serangan hama tersebut dinilai cukup meresahkan karena berpotensi menurunkan hasil panen dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi para petani.
Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto mengatakan bahwa pihaknya menerima langsung laporan dan keluhan dari masyarakat mengenai keberadaan hama tikus yang menyerang lahan pertanian jagung di beberapa titik wilayah Desa Tebluru. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Kecamatan Solokuro.
“Monitoring ini kami lakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi tanaman jagung menjelang panen raya sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Dari hasil dialog dengan petani, salah satu kendala yang saat ini dihadapi adalah serangan hama tikus yang cukup meresahkan dan berpotensi memengaruhi hasil panen,” ujarnya.
Menurut para petani, serangan hama tikus mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Tikus menyerang batang maupun tongkol jagung yang sudah mulai berisi, sehingga dapat mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen.
Apabila tidak segera dilakukan langkah penanganan secara terpadu, dikhawatirkan dampaknya akan semakin luas dan merugikan petani.
Menyikapi hal tersebut, Polsek Solokuro berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta instansi terkait guna mendukung upaya pengendalian hama secara efektif.






