Kapolsek Solokuro, AKP Joko Suprianto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
“Melalui program ‘Polisi Sahabat Anak’, kami ingin menanamkan persepsi sejak dini bahwa polisi adalah sosok pelindung dan sahabat bagi mereka. Kami ingin menghilangkan rasa takut pada anak-anak terhadap sosok polisi, sehingga mereka merasa nyaman dan terlindungi,” ujar AKP Joko Suprianto.
Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan alasan pemilihan materi bullying dan penggunaan gadget. “Edukasi mengenai pencegahan bullying dan bahaya penggunaan ponsel pintar di usia dini sangat krusial. Kami berharap dengan pemahaman yang benar, anak-anak kita tidak menjadi pelaku maupun korban perundungan, serta lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia di wilayah hukum Solokuro,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Ponpes Roudhotul Mutaabidin tersebut disambut hangat oleh pihak pengurus pondok, para guru, serta para siswa baru. Melalui edukasi sejak dini ini, Polsek Solokuro berharap para tunas bangsa di wilayah Kecamatan Solokuro dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan teknologi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kasih sayang antarsesama.
Kegiatan berakhir dengan suasana ceria, di mana para siswa terlihat akrab berinteraksi dengan petugas kepolisian, menciptakan momen yang berkesan bagi para santri cilik dalam memulai masa pendidikan mereka.





