BERITASIBER.COM – Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, melaksanakan patroli kewilayahan sekaligus monitoring kondisi debit air di area embung dan persawahan Desa Gempoltukmloko, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi potensi bencana alam sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.
Kapolsek Sarirejo Iptu Moch. Sokep, SH mengatakan, patroli dan pemantauan dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan jajaran kepolisian terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di wilayah Kecamatan Sarirejo, khususnya berkaitan dengan kondisi debit air di embung, waduk, maupun kawasan persawahan.
“Monitoring ini merupakan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan kami terhadap potensi bencana. Anggota kami arahkan untuk memantau kondisi debit air serta situasi di sekitar embung dan persawahan. Apabila ditemukan perubahan kondisi yang berpotensi membahayakan masyarakat, kami akan segera melakukan koordinasi dan langkah penanganan sesuai situasi di lapangan,” ujar Iptu Moch. Sokep.
Dalam kegiatan tersebut, personel yang melaksanakan tugas jaga Polsek Sarirejo menyambangi sejumlah lokasi di wilayah Desa Gempoltukmloko dan sekitarnya. Petugas melakukan pengamatan terhadap kondisi permukaan air embung serta kawasan persawahan yang berada di sekitar lokasi.
Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus mengantisipasi apabila terjadi peningkatan debit air yang berpotensi menyebabkan genangan maupun dampak lainnya terhadap lahan pertanian dan aktivitas masyarakat.
Selain melakukan pemantauan kondisi lingkungan, personel Polsek Sarirejo juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat yang ditemui selama kegiatan. Warga diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan, terutama apabila terjadi perubahan cuaca maupun peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan apabila kondisi air mengalami peningkatan. Petugas mengingatkan warga agar segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian maupun instansi terkait apabila mengetahui adanya kondisi darurat atau potensi bencana di lingkungan sekitar.
“Selain monitoring, anggota juga kami minta aktif berkomunikasi dengan masyarakat. Informasi dari warga sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan kondisi lingkungan. Jika ada perubahan debit air atau tanda-tanda yang berpotensi menimbulkan bencana, segera informasikan kepada petugas,” lanjut Iptu Moch. Sokep.
Menurutnya, langkah pencegahan dan deteksi dini sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko apabila terjadi bencana. Pemantauan secara berkala juga menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.





