Berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan, selama pelaksanaan kegiatan tidak ditemukan adanya pengunjung yang terindikasi berasal dari kelompok perguruan silat yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, masyarakat mengikuti hiburan dengan penuh antusias, dan tidak terjadi insiden yang mengganggu jalannya kegiatan.

Sekitar pukul 23.00 WIB, pagelaran wayang kulit dan campursari resmi berakhir. Seluruh peserta dan masyarakat membubarkan diri secara tertib, sementara personel gabungan tetap melakukan pemantauan hingga situasi di sekitar lokasi dipastikan aman dan kondusif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Sarirejo, IPTU Moch. Sokep, SH, menegaskan bahwa pengamanan pada setiap kegiatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui sinergi dengan TNI, Satpol PP, pemerintah desa, serta dukungan masyarakat, diharapkan setiap kegiatan sosial maupun budaya dapat berlangsung dengan aman tanpa adanya gangguan kamtibmas,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta menjalin komunikasi yang baik dengan aparat keamanan apabila mengetahui adanya potensi gangguan ketertiban. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan wilayah yang aman dan kondusif.

Keberhasilan pengamanan pagelaran wayang kulit dan campursari dalam rangka Sedekah Bumi di Dusun Tulung menjadi bukti nyata soliditas dan sinergi antara Polri, TNI, Satpol PP, pemerintah desa, panitia penyelenggara, serta masyarakat.

“Dengan kerja sama yang baik tersebut, tradisi budaya dapat terus dilestarikan dalam suasana yang aman, damai, dan penuh kebersamaan demi mewujudkan situasi kamtibmas yang tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Sarirejo,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2