Kapolsek menambahkan bahwa pengamanan kegiatan masyarakat tidak hanya dilakukan ketika terjadi gangguan, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan. Dengan kehadiran personel di lokasi, potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini sehingga kegiatan masyarakat dapat berlangsung sesuai dengan yang diharapkan.
“Kami terus mengedepankan upaya preventif melalui kehadiran personel di tengah masyarakat. Harapannya, masyarakat merasa terlindungi dan dapat menikmati kegiatan dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.
Bersih Desa Sumberjo sendiri menjadi salah satu momentum kebersamaan warga. Selain menjadi bagian dari tradisi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial dan menjaga nilai-nilai kebudayaan lokal.
Pagelaran Wayang Kulit yang menjadi bagian dari acara tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat. Warga berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan seni tradisional yang digelar hingga malam hari.
Di sisi lain, personel pengamanan tetap melakukan pemantauan secara berkala di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap kondusif, termasuk mengantisipasi potensi kerawanan yang dapat muncul akibat banyaknya masyarakat yang hadir.
Hingga kegiatan berlangsung, situasi di lokasi pagelaran terpantau aman, tertib, lancar dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas maupun kejadian menonjol selama pelaksanaan kegiatan.
Pengamanan kegiatan Bersih Desa Sumberjo tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Polri dan TNI untuk terus hadir dalam berbagai aktivitas masyarakat. Sinergitas kedua institusi diharapkan dapat terus terjaga dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Kecamatan Pucuk.
Dengan pengamanan yang dilakukan secara bersama-sama, masyarakat dapat mengikuti dan menikmati pagelaran Wayang Kulit dengan lebih nyaman. Kegiatan pun berjalan lancar sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan warga Desa Sumberjo.





