Kepala Desa Plososetro, Midkhol Huda, S.Pd., turut mengapresiasi inisiatif warganya. Ia mengaku terharu dan bangga karena pembangunan tersebut benar-benar dilakukan tanpa campur tangan Pemerintah Desa.
“Terima kasih atas jariah warga. Ini memang murni swadaya masyarakat tanpa ada campur tangan Pemerintah Desa. Saya terharu sekaligus bangga karena semangat gotong royong di Desa Plososetro masih terjaga dengan sangat baik,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Camat Pucuk, Nurul Misbah, S.H., M.M. Ia mengaku selama tiga kali menjabat sebagai camat, baru kali ini menyaksikan pembangunan jalan yang sepenuhnya dilakukan melalui swadaya masyarakat.
“Tiga kali menjabat Camat, baru kali ini saya tahu ada pengecoran jalan yang benar-benar murni swadaya masyarakat. Ini luar biasa dan patut menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,” tuturnya.
Usai pelaksanaan tasyakuran, kegiatan dilanjutkan dengan penyiapan pengecoran jalan. Warga secara gotong royong menggelar plastik sebagai alas sebelum pengecoran dilakukan. Proses pengecoran menggunakan mixer truck, sementara pemerataan dan pemadatan beton dilakukan secara manual oleh warga RT setempat.
Kehadiran Forkopimcam dalam kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan terhadap partisipasi aktif masyarakat Desa Plososetro.
Selain itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan tradisi gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan lingkungan yang mandiri dan berkelanjutan.





