LAMONGAN — Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan, melakukan pemantauan penyaluran bantuan pangan berupa beras dari Perum Bulog untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tlogoagung tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyaluran bantuan berjalan tertib, lancar, tepat sasaran, serta berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif.
Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H., mengatakan bahwa kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya monitoring sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.
“Kami melakukan pemantauan untuk memastikan kegiatan penyaluran bantuan pangan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa serta petugas terkait agar masyarakat penerima bantuan dapat mengikuti proses penyaluran dengan nyaman dan tertib,” ujar IPTU Sono.
Penyaluran bantuan pangan tersebut dilaksanakan pada Minggu (23/8/2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Bertempat di Balai Desa Tlogoagung, kegiatan melibatkan Kepala Desa Tlogoagung, Bhabinkamtibmas Desa Tlogoagung Brigadir Hamidah, perangkat desa, petugas Bulog, serta warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan.
Dalam penyaluran kali ini, sebanyak 419 Keluarga Penerima Manfaat menerima bantuan pangan berupa beras untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Setiap penerima memperoleh bantuan sebanyak 30 kilogram beras. Dengan jumlah tersebut, total beras yang disalurkan kepada masyarakat mencapai 12.570 kilogram.
Personel Polsek Kembangbahu melakukan pemantauan terhadap jalannya kegiatan sejak proses penyaluran dimulai. Pengawasan dilakukan untuk memastikan rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan maupun kendala yang dapat menghambat proses penyaluran.
Koordinasi antara pihak kepolisian, pemerintah desa, petugas Bulog, dan perangkat desa juga dilakukan selama kegiatan berlangsung. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran proses distribusi bantuan, mengingat jumlah penerima cukup banyak dan kegiatan dilaksanakan dalam satu lokasi.





