BERITASIBER.COM – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan, kembali menggelar Patroli Kota Presisi (PKP) Blue Light pada Selasa malam (4/8/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta gangguan kamtibmas lainnya, termasuk potensi gesekan antarperguruan silat di wilayah hukum Polsek Kembangbahu.
Patroli dimulai sekitar pukul 23.30 WIB hingga selesai dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kegiatan dilaksanakan oleh personel Polsek Kembangbahu, yakni AIPDA Fendi Ali H. dan AIPDA Sugeng, S.H., sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus memberikan rasa aman kepada warga yang masih beraktivitas pada malam hari.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli secara mobile dan stasioner di berbagai ruas jalan serta lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan terjadinya tindak kejahatan maupun gangguan keamanan. Sorotan lampu rotator biru khas patroli kepolisian menjadi simbol kehadiran aparat yang siap memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Selain menyusuri jalur-jalur utama dan kawasan yang minim penerangan, petugas juga memberikan perhatian khusus terhadap lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kelompok pemuda. Pendekatan secara humanis dilakukan dengan mengedepankan komunikasi persuasif kepada masyarakat, khususnya para pemuda yang masih bergerombol hingga larut malam.
Dalam dialog tersebut, personel Polsek Kembangbahu memberikan imbauan agar masyarakat segera kembali ke rumah masing-masing apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah potensi terjadinya gangguan keamanan maupun kesalahpahaman yang dapat memicu konflik sosial.
Patroli juga difokuskan pada titik-titik yang selama ini dinilai rawan terhadap tindak kejahatan konvensional, termasuk jalan yang rusak dan minim penerangan. Kehadiran polisi di lokasi-lokasi tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hingga dini hari.





