Selain itu, petugas juga mengingatkan agar para pemuda mematuhi batas waktu membangunkan sahur, yakni tidak terlalu awal maupun terlalu larut, serta menggunakan alat sederhana dengan volume yang tidak mengganggu kenyamanan warga, khususnya lansia, anak-anak, dan masyarakat yang membutuhkan waktu istirahat.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga mengapresiasi langkah Polsek Deket yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan ketertiban umum.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami senang dengan adanya imbauan ini. Tradisi sahur keliling tetap berjalan, tapi tidak mengganggu ketenangan warga,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Polsek Deket berharap, dengan adanya imbauan dan pendekatan humanis kepada para pemuda, aktivitas membangunkan sahur dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh kebersamaan. Pihak kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati, menjaga toleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan suasana Ramadan yang damai dan kondusif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Deket terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Deket berkomitmen untuk terus melakukan patroli dan pemantauan rutin guna memastikan seluruh rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan dapat berjalan dengan lancar, nyaman, dan penuh kekhusyukan bagi seluruh masyarakat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2