Selain melakukan pengamanan, personel kepolisian juga memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat agar tetap tertib saat mengantre serta tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Polres Simalungun mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan. Hal ini penting untuk menghindari kepadatan antrean yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Belanjalah secukupnya sesuai kebutuhan karena secara umum stok kebutuhan pokok maupun BBM masih tersedia,” tambah AKP Verry Purba.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk mengatur waktu pengisian BBM agar tidak selalu datang pada jam sibuk sehingga antrean kendaraan dapat lebih terurai.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, personel kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU guna mencegah kemacetan maupun potensi kecelakaan akibat antrean kendaraan.
Kegiatan pengamanan ini dipimpin oleh perwira pengawas dan perwira pengendali wilayah dengan melibatkan tiga regu personel dari Polres Simalungun dan Polsek jajaran. Pengawasan internal juga dilakukan oleh Seksi Propam Polres Simalungun untuk memastikan seluruh personel menjalankan tugas sesuai prosedur.
Hingga kegiatan monitoring berakhir pada Sabtu malam, situasi di seluruh SPBU wilayah hukum Polres Simalungun dilaporkan tetap aman, tertib, dan kondusif.
Polres Simalungun memastikan kegiatan monitoring serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(Yuni).






