BERITASIBER.COM – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam pada musim kemarau, jajaran Polsek Karangbinangun, Polres Lamongan, melaksanakan Patroli Kota Presisi Tanggap Bencana dengan melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi lingkungan di wilayah Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan patroli dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan personel piket jaga Polsek Karangbinangun, yakni Aiptu Kasi Umar, Aiptu Wiyanto, dan Aipda Suparto. Sasaran patroli difokuskan di Desa Sambopinggir sebagai salah satu wilayah yang dipantau untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, khususnya potensi kekeringan yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat.
Kapolsek Karangbinangun, IPTU I Wayan Sumantra, S.H., mengatakan bahwa patroli tanggap bencana merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung upaya mitigasi bencana melalui langkah-langkah preventif.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kepolisian juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dari berbagai potensi bencana yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.
“Patroli ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Polsek Karangbinangun dalam mengantisipasi dampak musim kemarau. Kami melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi lingkungan sekaligus memastikan tidak terdapat wilayah yang mengalami kekeringan maupun gangguan lain yang berpotensi menghambat aktivitas masyarakat,” ujar Kapolsek.
Selama patroli berlangsung, personel melakukan pengecekan terhadap kondisi lingkungan dan berdialog dengan warga guna memperoleh informasi mengenai ketersediaan air bersih serta perkembangan situasi di wilayah setempat.
“Pendekatan dialogis tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekaligus menyerap informasi secara langsung dari lapangan,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi di Desa Sambopinggir terpantau dalam keadaan aman dan terkendali. Hingga pelaksanaan patroli selesai, tidak ditemukan adanya titik-titik yang mengalami kekeringan maupun gangguan yang diakibatkan oleh musim kemarau. Ketersediaan air bagi masyarakat masih mencukupi sehingga aktivitas warga dapat berjalan seperti biasa.





