Brigjend Pol Rudy Trenggono, Ketua Esport Indonesia (ESI) Jawa Timur, menambahkan dinamika olahraga esport sangat tinggi peminatnya di Jawa Timur, untuk itu pihaknya perlu mewadahi bakat minat ini dengan menggelar kompetensi ini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Disampaikan oleh Rudi Trenggono “Jawa Timur melahirkan berbagai atlet baik skala nasional maupun yang bermain di klub klub internasional. Jawa Timur juga sebagai tempat pertandingan esport di level Asia Tenggara,” tuturnya.

Ketua ESI Jawa Timur itu juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang memberikan ruang dan kesempatan kepada generasi muda penggemar olah rekreasi itu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pihaknya bertekad untuk bisa mengembangkan oleh raga ini di Jatim, karena olahraga yang juga dipertandingkan hingga Olimpiade itu ternyata bisa menjadi sumber income dan profesi baru.

Dari hasil telusurnya kepada salah satu atlet di di Banyuwangi, atlet ini mampu mendapatkan penghasilan hingga Rp. 75 juta karena bergabung di salah satu klub di luar negeri. Angka ini belum bonus ketika memenangkan kejuaraan.

Melihat peluang ini ESI Jatim akan mencoba mengenalkan olahraga esport ini ke sekolah sekolah bahkan menggelar kejuaraan antar sekolah sehingga lahir talenta talenta muda Jatim nantinya.

Tantangannya menurutnya menyadarkan kepada para guru bawasannya esport merupakan olah raga yang bisa mendatangkan income dan juga memberikan peluang profesi baru, bila hobi itu disalurkan dan diwadahi secara positif.

PR lainnya adalah menyadarkan bagi para atlet itu sendiri bawasannya bermain esport ini tidak boleh lebih dari 2 jam. Karena bila lebih justru dapat mengganggu kesehatan mereka sendiri.

Menurut Rudi bila banyak rehat justru malah dapat menguatkan refleks mereka. Namun sayangnya, kadang pemain lupa atau keasyikan, kemudian bermain hingga tengah malam sehingga dapat mengganggu kesehatan mereka.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2