Hal ini memicu pembentukan awan dan hujan, serta mengubah arah angin yang seharusnya mengarah ke timur selama musim kemarau. “Jadi ada badai di atas laut,” kata Erma.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dia juga menekankan bahwa hujan yang dipicu dari laut secara efektif mampu mengubah musim, karena pusaran badai yang terjadi.

“Ini memang sedang terjadi masalah di laut dan 2/3 wilayah kita adalah laut, jadi sangat bergantung dengan kondisi laut. Artinya, dua faktor ini adalah faktor regional yang membangkitkan kondisi seperti ini,” tuturnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Erma memperingatkan bahwa daerah yang paling rawan terhadap perubahan cuaca saat ini adalah Jabodetabek, di mana potensi banjir dapat meningkat.

“Makanya saya bilang ke pemerintah, kalau sedang ada masalah di musim kita, harus ada kebijakan yang tepat agar bencana yang terjadi bisa diatasi oleh pemerintah,” pungkasnya.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan pemerintah diharapkan segera mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi dampak dari potensi bencana yang mungkin terjadi.(*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2