“Data tersebut penting untuk penelusuran. Dari situ bisa diketahui waktu pembelian, jenis produk, dan lokasi SPBU. Biasanya pelanggan juga menerima nota saat pembelian yang bisa digunakan sebagai bukti,” jelasnya.
Selain melapor langsung ke SPBU asal, masyarakat juga dapat menyampaikan keluhan melalui Pertamina Call Center 135 agar data dapat terintegrasi secara resmi dengan sistem monitoring Pertamina.
Pertamina menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengecekan kualitas BBM di seluruh SPBU wilayah Jatimbalinus, terutama jenis Pertalite dan Pertamax, guna memastikan standar mutu tetap sesuai spesifikasi nasional.
Imbauan ini disampaikan menyusul laporan viral di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Lamongan dan sekitarnya, terkait keluhan kendaraan bermotor yang mengalami masalah usai pengisian bahan bakar. Pertamina berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan secara transparan dan profesional.(Bs)





