Dalam diskusi, terungkap bahwa banyak anggota Pertuni yang memiliki potensi besar namun belum mendapatkan akses pelatihan yang memadai.
“Kami berharap ada dukungan dari perusahaan dan instansi untuk menyediakan pelatihan, terutama dalam bidang terapi pijat dan keterampilan digital,” tuturnya.
Acara ini juga menjadi momen untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap penyandang disabilitas.
“Kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendata penyandang disabilitas yang belum bekerja, agar mereka bisa mendapatkan dukungan dan kesempatan yang layak,” kata Ibad.
Pertuni Lamongan berkomitmen untuk terus berjuang demi kesejahteraan dan pengembangan potensi penyandang disabilitas di daerah Lamongan.(Bs).
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





