BERITASIBER.COM | JAKARTA – Menyikapi pernyataan Ketua Umum DPP PDIP Ibu Megawati Soekarno Putri, seharusnya Ibu Megawati bercermin mengaca diri bahwa Orde Baru dibawah kepemimpinan Jenderal Besar H.M.Soeharto seorang pekerja keras, disiplin dan teliti telah berhasil membangun Indonesia dan membawa kesejahteraan untuk rakyat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bila memperhatikan secara cermat perkembangan situasi nasional bangsa dan negara hari ini. Megawati hendaknya menyampaikan pada rakyat secara transparan dan arif situasi bangsa yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.

“Saya berpandangan tidak luput dari peran Megawati dan Joko Widodo gagal memenuhi harapan rakyat Indonesia,” Ketua Umum Persatuan Pengamal Tarekat Islam (PPTI) Dr. Rahman Sabon Nama (RSN), Kamis (20/03/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keterpurukan ekonomi, meluasnya pengangguran, rendahnya pendapatan rakyat dan menurunnya daya beli, terhambatnya supermasi hukum dan tidak berfungsinya lembaga legislatif DPR/MPR mengemban aspirasi rakyat, maraknya KKN adalah bagian dari peran Kegagalan Megawati.

“Bahwa Reformasi 19 Mei 1998 ketika kami turut serta bersama ratusan ribu mahasiswa seluruh Indonesia masyarakat dan rekan tokoh-tokoh intelektual mengepung mengambil alih dan menduduki gedung DPR/MPR, menuntut semua tuntutan pembaharuan untuk segera diadakan SI MPR dan mendesak Presiden Soeharto mundur mengembalikan mandat pada MPR,” terang Rahman melalui WhatsAppnya kepada Fendi media online beritasiber.com.

Reformasi 1998 justru kini mengakibat keterpurukan di segala bidang kehidupan sosial berbangsa dan bernegara, salah satu Keputusan melalui SI MPR tgl 10- 13 Nopember 1998 yaitu pemisahan TNI dan POLRI dan mereposisi peran poltik TNI/Polri di lembaga MPR/DPR dengan mengutamakan Supremasi sipil. Dengan mereposisi peran Dwifungsi TNI/Polri dalam Fraksi ABRI dan pembersihan penyelenggaraan negara yang bebas dari praktek korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

Apa hasilnya? pemerintahan sipil Gagal Total (GATOT) dalam menjalankan roda pemerintahan tidak mampu mengembalikan martabat negara dengan membangun kehidupan bangsa yang berkeadilan, melahirkan pemerintahan sipil yg telah menyimpang jauh dari tuntutan reformasi untuk mengemban cita cita proklamasi guna menyejahterakan rakyat, masih jauh panggang dari api.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2