Menurutnya, tidak semua persoalan harus berakhir di ranah hukum apabila masih memungkinkan diselesaikan secara kekeluargaan dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun unsur terkait lainnya.
Pendekatan problem solving tersebut dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih harmonis sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masyarakat.
Selain membahas persoalan kamtibmas, Kapolsek juga menyampaikan berbagai program unggulan Polri yang diharapkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Program-program tersebut di antaranya keberadaan Polisi RW sebagai mitra masyarakat, kegiatan Jumat Curhat sebagai sarana menyerap aspirasi warga, pemanfaatan layanan Call Center 110 untuk pengaduan darurat, hingga pelaksanaan Operasi Bina Kusuma yang berorientasi pada pembinaan masyarakat.
Kapolsek berharap seluruh program tersebut dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh warga.
Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, para kepala desa juga diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis Polri dalam memberikan informasi sejak dini terkait perkembangan situasi di wilayah masing-masing.
Sebagai pemimpin di tingkat desa, kepala desa dinilai memiliki peran penting sebagai sumber informasi awal terhadap munculnya potensi gangguan keamanan, sehingga aparat kepolisian dapat mengambil langkah preventif secara cepat dan tepat sebelum permasalahan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Tidak hanya berfokus pada keamanan, sinergitas yang dibangun juga diarahkan untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah di tingkat desa. Di antaranya penguatan ketahanan pangan, percepatan penanganan stunting, pengamanan kegiatan pemerintahan, pelaksanaan pesta demokrasi yang damai, hingga pengawalan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan.
“Secara garis besar, tujuan kami adalah membangun kemitraan yang solid antara Polri dan Pemerintah Desa. Dengan komunikasi yang baik, koordinasi akan semakin mudah sehingga keamanan wilayah tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tegas IPTU Moch. Sokep.
Kegiatan silaturahmi tersebut merupakan implementasi nyata dari konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan), yang menempatkan kepolisian sebagai institusi yang hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan preventif, dialogis, dan kolaboratif.
Melalui komunikasi yang berkesinambungan dengan seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa, Polsek Sarirejo berharap tercipta sinergi yang semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Langkah jemput bola tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Polres Lamongan dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, responsif, dan humanis demi mendukung terwujudnya Kabupaten Lamongan yang aman, damai, dan kondusif, sejalan dengan semangat “Ayo Jogo Lamongan.”





