Petugas memberikan edukasi mengenai cara deteksi dini terhadap peredaran uang palsu. Mengingat uang palsu seringkali disisipkan sebagai alat pembayaran di tempat yang ramai pengunjung, kasir diimbau untuk lebih teliti dan menerapkan prosedur “3D” (Dilihat, Diraba, Diterawang) pada setiap transaksi tunai.

“Kami meminta karyawan swalayan untuk tidak lengah. Ketelitian kasir dalam memeriksa uang yang diterima pelanggan sangat krusial untuk mencegah kerugian toko sekaligus memutus mata rantai peredaran uang palsu di masyarakat. Jika mendapati uang yang mencurigakan, segera tahan dan laporkan kepada pihak berwajib,” imbuh Kapolsek.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan patroli Harkamtibmas ini disambut positif oleh pelaku usaha dan masyarakat sekitar. Kehadiran seragam polisi di lapangan dinilai memberikan efek gentar bagi para pelaku kejahatan, sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang sedang beraktivitas.

Polsek Solokuro berkomitmen untuk terus mengedepankan pola patroli yang bersifat humanis namun tetap tegas. Hal ini merupakan perwujudan dari tugas Polri dalam mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat. Selain aspek keamanan, petugas juga menyempatkan diri untuk berdialog guna menyerap aspirasi dan keluhan warga terkait kondisi keamanan di lingkungan mereka.

Melalui patroli rutin ini, diharapkan wilayah Kecamatan Solokuro tetap dalam keadaan aman, damai, dan kondusif. Polsek Solokuro juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menjadi “polisi bagi diri sendiri” dan lingkungan sekitar dengan selalu mengedepankan kewaspadaan serta segera melapor ke pihak berwajib melalui nomor layanan darurat apabila menemukan potensi tindak kriminalitas.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2