Menurutnya, integritas petugas menjadi kunci utama keberhasilan dalam menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang bersih. Karena itu, seluruh jajaran diingatkan agar tidak terlibat dalam tindakan yang mencederai kepercayaan publik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Petugas harus menjadi teladan. Jika ada yang terbukti melanggar aturan, tentu akan kami tindak tegas sesuai ketentuan. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran yang merusak marwah institusi,” ujarnya.

Selain fokus pada penegakan aturan, Lapas Kelas IIB Lamongan juga terus mengedepankan aspek pembinaan bagi warga binaan. Berbagai program kepribadian, keagamaan, hingga pelatihan kemandirian disiapkan sebagai bekal agar warga binaan mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Heri Sulistyo mengajak seluruh warga binaan memanfaatkan masa pidana sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri. Ia berharap para warga binaan menjauhi narkoba serta tidak lagi terlibat dalam praktik-praktik yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami ingin warga binaan keluar dari sini membawa perubahan positif, memiliki keterampilan, dan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang produktif,” tambahnya.

Melalui deklarasi Zero Halinar ini, Lapas Kelas IIB Lamongan berharap mampu mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan humanis.

“Langkah ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh warga binaan untuk mengubah masa depan mereka menjadi lebih baik, sekaligus memastikan Lapas Kelas IIB Lamongan tetap menjadi lingkungan yang aman bagi semua pihak,” pungkasnya.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2