Mempertahankan Predikat Kota Toleran
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.KN., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Ia menyoroti predikat Kota Pematangsiantar yang menempati peringkat ke-4 sebagai kota paling toleran di Indonesia. Menurutnya, pencapaian ini adalah hasil dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan tokoh lintas agama.
“Doa bersama ini adalah manifestasi nyata dari toleransi yang selama ini kita jaga. Kerukunan adalah modal utama kita dalam membangun kota. Kami berharap Polri senantiasa menjadi pelindung yang profesional, humanis, dan selalu hadir sebagai penyejuk di tengah masyarakat,” ujar Wesly.
Puncak kegiatan diisi dengan ceramah kebangsaan oleh Ustad H. Drs. Ahmar Lubis. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak hadirin untuk senantiasa mensyukuri nikmat keberagaman. Ustad Ahmar mendoakan agar seluruh personel Polri diberikan kekuatan, kejujuran, dan petunjuk dalam menjalankan tugas penegakan hukum yang adil. Ia menekankan pentingnya aparat untuk bertindak presisi, menindak pelaku kejahatan dengan tegas, namun tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan bagi warga yang tidak bersalah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin secara bergantian oleh lima rohaniawan dari perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Widya Satya Brata saat setiap tokoh agama memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan kejayaan Polri dalam mengabdi kepada negara.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, yang mencerminkan soliditas antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal bagi Polres Pematangsiantar untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang lebih dekat, lebih dicintai, dan lebih dipercaya oleh masyarakat dalam menjaga kedamaian di Kota Pematangsiantar.(Pirhot Nababan)





