Di sisi lain, operasi SAR tidak dihentikan hanya karena proses salvage membutuhkan waktu panjang. Syafii menegaskan pencarian akan terus dilakukan selama kondisi di lapangan masih memungkinkan tim menemukan dan mengevakuasi korban.
Kondisi bangkai KM Virgo Transport 8 sendiri menjadi tantangan tersendiri. Kapal dilaporkan telah menyentuh dasar laut, meski sebagian badan kapal masih dapat terlihat dari permukaan. Tim penyelam telah berupaya masuk ke sejumlah bagian kapal untuk mencari korban.
KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan ketika berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal berangkat pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang sebelum menghadapi cuaca buruk dan kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo pada 13 September 2026.
Dalam perkembangan operasi sebelumnya, tim SAR gabungan mengerahkan penyelam dan berbagai unsur laut untuk menjangkau bangkai kapal. Kondisi arus serta cuaca di kawasan pencarian beberapa kali menjadi kendala bagi petugas dalam melakukan penyelaman dan evakuasi.
Basarnas juga sempat melibatkan tenaga ahli untuk melakukan observasi dan asesmen terhadap kondisi kapal. Hasil kajian tersebut diperlukan untuk menentukan metode, peralatan, serta langkah yang paling aman dalam penanganan bangkai kapal.
Syafii menyebut proses salvage kapal besar pada sejumlah kecelakaan di negara lain bahkan dapat berlangsung hingga bertahun-tahun. Karena itu, estimasi tiga bulan untuk KM Virgo Transport 8 merupakan perkiraan waktu paling cepat dan bukan berarti operasi pencarian korban harus menunggu sampai pengangkatan kapal selesai.
Basarnas berharap persiapan salvage dapat berlangsung lebih cepat dari perkiraan sehingga akses terhadap bagian kapal yang selama ini sulit dijangkau dapat semakin terbuka. Prioritas saat ini tetap diarahkan pada upaya menemukan dan mengevakuasi korban yang masih berada di dalam maupun di sekitar bangkai kapal.
“Operasi akan terus kami lakukan selama masih memungkinkan kami bisa menemukan dan mengevakuasi korban,” pungkas Syafii.





