“Motor listrik tersebut belum dibagikan. Setelah seluruh proses administrasi selesai dan tercatat sebagai BMN, barulah akan didistribusikan secara bertahap,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lebih lanjut, Dadan juga membantah kabar yang menyebutkan jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa angka yang valid adalah sesuai dengan perencanaan dan realisasi yang telah disampaikan.

“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi saat ini adalah 21.801 unit dari target 25.000 unit,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut BGN, pemilihan sepeda motor listrik sebagai kendaraan operasional bukan tanpa alasan. Selain untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional, langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan energi ramah lingkungan dan pengurangan emisi karbon.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Dengan dukungan sarana transportasi yang memadai, pemerintah berharap distribusi layanan gizi dapat berjalan lebih optimal, termasuk di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

BGN menegaskan komitmennya untuk menjalankan program ini secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dengan demikian, diharapkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program strategis nasional ini dapat terus terjaga.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2