Pihak keluarga korban yang hadir di lokasi telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah yang murni terjadi karena kecelakaan. Keluarga korban juga secara resmi menolak dilakukan prosedur autopsi dan memilih untuk segera membawa pulang jenazah guna proses pemakaman secara layak di desa asal.
Secara terpisah, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami dari jajaran Polres Lamongan turut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa ananda FN. Kami juga mengapresiasi kerja keras seluruh Tim SAR Gabungan, relawan, dan masyarakat yang tidak kenal lelah membantu pencarian sejak hari pertama hingga korban berhasil ditemukan,” ujar IPDA M. Hamzaid.
Menanggapi insiden memilukan ini, pihak kepolisian kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat luas. Mengingat kondisi cuaca yang sering tidak menentu dan menyebabkan kenaikan debit air sungai, para orang tua diminta untuk meningkatkan pengawasan ekstra terhadap anak-anak mereka.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga, khususnya orang tua, agar lebih waspada. Jangan biarkan anak-anak beraktivitas atau bermain tanpa pengawasan di pinggir sungai, terutama saat arus deras dan debit air sedang tinggi. Keamanan dan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama guna mencegah tragedi serupa terulang kembali,” tegasnya menutup pernyataan.





