Tindakan itu mendatangkan apresiasi positif tidak hanya Tazbir pun menyoroti masalah pengelolaan pariwisata di Kota Yogyakarta. Ia mengatakan beberapa persoalan yang harus dibenahi, misalnya masalah parkir liar.
Terbatasnya lahan, memunculkan banyaknya titik parkir liar di berbagai bahu jalan maupun di jalan-jalan protokol. Titik parkir liar itu peruntukannya tidak hanya bagi bus wisata, mobil, dan motor namun juga dimanfaatkan oleh andong dan becak.
Terkait perkembangan pariwisata Yogyakarta, Tazbir melihat adanya fenomena yang menggembirakan yaitu munculnya tempat-tempat yang memberi ruang kreatif bagi anak-anak millenial, sehingga Malioboro dan berbagai destinasi budaya yang telah diakui UNESCO perlu dioptimalkan melalui penambahan atraksi dan variasi wisata budaya di malam hari.
Disamping itu, Taman Budaya, panggung di Ngasem serta kawasan sumbu filosofi itu perlu ditingkatkan kebersihannya. Salah satu pembenahan yang penting segera dilakukan menurut Tazbir adalah kebersihan Pasar Beringharjo yang saat ini sangat jorok.
Oleh karena itu, demi kenyamanan wisatawan, maka Pasar Beringharjo itu harus dimaksimalkan agar dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Untuk itu, kebersihan, pengelolaannya harus beres dan fasiltas umumnya harus di perbaiki.
“Kita bikin dengan konsep halal. Apa itu? Halal itu bersih, halal itu higienis, halal itu harga wajar. Jadi kalau beli ditempat halal nggak perlu menawar. Pasar Beringharjo itu bagian dari sumbu filosofis, harusnya tidak ada komplain dari pengunjung terkait kebersihan dan kenyamanan,” ujar Tazbir
Tazbir mengingatkan, Pemerintah Kota Yogyakarta tidak bisa memungkiri bahwa hidupnya itu dari sektor jasa, terutama pariwisata. Oleh karena itu, service nomor satu. Oleh karena itu, pariwisata harus digenjot sehingga Pendapatan dari hotel restoran menjadi maksimal.
Terhadap dukungan tersebut, Arya Ariyanto menyatakan bahwa, keikutsertaannya dalam bursa balon Pilwalkot Yogyakarta, semata-mata ingin mewujudkan Yogyakarta sebagai kota pariwisata yang menumbuhkan ekonomi menuju kesejahteraan masyarakat.
“Pariwisata berkembang, UMKM tumbuh, produk local berkembang, pendapatan masyarakat bertambah. Akhirnya kesejahteraan terwujud,” kata Arya. (Wira)
Editor : Achmad Bisri






