BERITASIBER.COM | SERUYAN, KALTENG – Sebuah kisah kemanusiaan yang menguras emosi terungkap di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Seorang pemuda, yang identitasnya dirahasiakan demi keselamatan, memilih langkah ekstrem dengan melaporkan ayah kandungnya sendiri karena diduga menjadi pengendali peredaran narkotika jenis sabu dalam skala besar.

Keputusan tersebut diambil setelah pemuda itu mengaku menyaksikan secara langsung aktivitas ilegal yang terjadi di rumahnya sendiri. Tempat yang seharusnya menjadi ruang perlindungan keluarga, justru berubah menjadi lokasi transaksi dan pengemasan narkoba.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) Kalimantan Tengah, Sadagori Henock Binti atau yang akrab disapa Ririen Binti, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut, kesaksian sang pemuda disampaikan dengan penuh tekanan batin dan ketakutan.

“Yang bersangkutan melihat langsung aktivitas peredaran sabu yang diduga dikendalikan oleh ayahnya. Ini bukan cerita dari orang lain, tapi disaksikan sendiri,” ujar Ririen, Jumat (13/2).

Lebih mengejutkan lagi, pemuda itu menduga adanya keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam jaringan tersebut. Oknum-oknum itu diduga tidak hanya membiarkan praktik haram itu berlangsung, tetapi juga ikut mengonsumsi serta membantu pengemasan sebelum diedarkan ke masyarakat.

Atas dasar laporan tersebut, GDAN segera melakukan verifikasi internal dan meneruskannya ke tingkat provinsi untuk ditindaklanjuti. Rencana penangkapan pun disusun dengan harapan dapat membongkar jaringan besar yang diduga beroperasi di wilayah Seruyan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2