Keterlibatan ayah dalam pendidikan masih perlu terus diperkuat. Selama ini, urusan pendidikan anak kerap dianggap sebagai tanggung jawab ibu semata. Melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor, diharapkan terjadi perubahan pola pikir bahwa keberhasilan anak merupakan hasil kerja sama dan peran seimbang antara ayah dan ibu.
Selain membangun kedekatan emosional, kehadiran ayah di sekolah juga membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan pihak sekolah. Ayah dapat mengetahui secara langsung perkembangan akademik, karakter, serta potensi anak, sekaligus berperan aktif dalam mencari solusi apabila anak menghadapi kendala belajar.
Pemerintah Kabupaten Lamongan mendorong seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah, untuk mendukung dan menyukseskan gerakan ini. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Gerakan Ayah Mengambil Rapor menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang peduli pendidikan, berdaya, dan harmonis. Dengan keterlibatan orang tua yang utuh, prestasi akademik dan pembentukan karakter anak diharapkan dapat berjalan seiring.
“Karena sukses anak bukan hanya tentang nilai di rapor, tetapi tentang bagaimana orang tua hadir, mendampingi, dan saling menguatkan dalam setiap prosesnya,” pungkas Bupati Lamongan.






