Acara juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh tokoh agama setempat. Dalam ceramahnya, masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Disampaikan pula bahwa esensi dari halal bihalal terletak pada dua hal utama, yakni meminta maaf dan memberikan maaf dengan tulus.
Suasana kekeluargaan semakin terasa saat seluruh peserta saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan. Tradisi ini menjadi simbol penting dalam memperbaiki hubungan sosial serta menghapus segala bentuk kesalahpahaman yang mungkin terjadi di antara warga.
Para tokoh masyarakat yang hadir turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Mereka menilai halal bihalal sebagai sarana efektif dalam menjaga kondusivitas lingkungan serta memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pembangunan desa. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di lingkungan masyarakat dapat diselesaikan secara bersama melalui musyawarah.
Warga Desa Sidobinangun pun menyambut positif kegiatan ini dan berharap dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Mereka menilai tradisi halal bihalal memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Pemerintah desa menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, damai, dan penuh rasa kekeluargaan di wilayah Jawa Timur, khususnya di Desa Sidobinangun,” pungkas Kades Sidobinangun.(Bs).






