LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Kembangbahu Polres Lamongan terus meningkatkan kegiatan preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satunya melalui Patroli Kota Presisi (PKP) dialogis yang menyasar sejumlah warung kopi, kafe, pertokoan, serta lokasi aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Kamis (24/9/2026) malam.
Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H. mengatakan, patroli dialogis tersebut merupakan salah satu langkah kepolisian untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas sekaligus membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman, khususnya pada malam hari ketika aktivitas masyarakat masih berlangsung.
“Patroli ini tidak hanya dilakukan dengan berkeliling memantau situasi, tetapi anggota juga berdialog langsung dengan masyarakat. Kami menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujar IPTU Sono.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 22.25 WIB tersebut dilaksanakan oleh AIPDA Fendi Ali H. dan AIPDA Sugeng, S.H. Dalam pelaksanaannya, petugas menyambangi sejumlah lokasi yang dinilai menjadi tempat berkumpul dan beraktivitasnya masyarakat, antara lain warung kopi, kafe dan kawasan pertokoan di wilayah hukum Polsek Kembangbahu.
Dalam dialog bersama warga, petugas mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga keamanan diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar serta segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Selain menyampaikan pesan kamtibmas, personel Polsek Kembangbahu memberikan perhatian terhadap penggunaan aliran listrik sebagai jebakan tikus di area persawahan. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan metode tersebut karena dapat membahayakan keselamatan manusia maupun orang lain yang beraktivitas di sekitar lahan pertanian.
Petugas juga berdialog dengan para pemilik warung dan tempat usaha. Mereka diajak berperan aktif menjaga keamanan di sekitar lokasi usahanya bersama warga setempat. Pemilik warung turut diimbau untuk tidak menyediakan maupun menjual minuman keras serta memperhatikan dan membatasi jam operasional sebagai bagian dari upaya menjaga situasi lingkungan tetap aman dan kondusif.





