“Para pelajar dan mahasiswa memiliki struktur organisasi yang hidup hingga ke tingkat terbawah. Ini modal besar untuk terlibat dalam musyawarah pembangunan baik di desa maupun kabupaten,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadlli berharap forum ini dapat menjadi wadah berkelanjutan, bukan hanya sekadar seremonial. Ia menilai bahwa kolaborasi lintas OKP sangat penting dalam memetakan permasalahan pendidikan sekaligus mencari solusi bersama.
“Dengan komunikasi yang terbangun secara rutin, organisasi bisa bergerak searah dan memberikan kontribusi nyata. Ini sangat relevan dengan arah kebijakan pembangunan nasional di bidang pendidikan,” imbuhnya.
Kegiatan ini dihadiri berbagai organisasi kepemudaan dan kepelajaran di Lamongan, di antaranya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pelajar LDII, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Serta sejumlah organisasi kepemudaan lainnya.
Dalam forum ini, tiap organisasi berkesempatan menyampaikan pandangan terkait kondisi pendidikan lokal, tantangan yang dihadapi pelajar, serta peluang kolaborasi yang dapat diwujudkan ke depan.
Forum silaturahmi ini menegaskan kembali bahwa pemuda Lamongan siap berperan aktif dalam memajukan pendidikan melalui sinergi lintas organisasi. Selain sebagai ruang komunikasi, kegiatan ini menjadi pijakan untuk merancang program konkrit yang dapat mendorong peningkatan sumber daya manusia di Lamongan.(Bs).






