Menurut Gus Rozaq, penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan kenyamanan kepada para muktamirin maupun pelaku usaha yang berpartisipasi dalam expo. Dengan demikian, para peserta cukup membawa produk yang akan dipasarkan, sementara kebutuhan dasar lokasi telah disiapkan oleh panitia.
Expo Muktamar ke-35 NU dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Agustus 2026 atau sekitar sepekan sebelum pembukaan resmi Muktamar. Selama sebelas hari pelaksanaan, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang dipadati ribuan peserta Muktamar, tamu undangan, serta masyarakat umum.
Panitia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk bergabung dalam kegiatan tersebut. Prioritas diberikan kepada pelaku usaha lokal sebagai bagian dari upaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan daerah kepada pengunjung dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Kami ingin Muktamar tidak hanya sukses sebagai agenda organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran expo diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM lokal,” kata Gus Rozaq.
Kawasan expo dibangun di area strategis hasil penataan lahan di sekitar lokasi Muktamar. Sebagian area akan dimanfaatkan sebagai lokasi bazar dan pasar malam, sementara bagian lainnya difungsikan sebagai kantong parkir guna mendukung kelancaran arus kendaraan dan pengunjung selama kegiatan berlangsung.
Tidak hanya menghadirkan aktivitas perdagangan, panitia juga telah menyiapkan berbagai agenda hiburan bernuansa religi dan seni budaya untuk memeriahkan suasana. Sejumlah penampilan grup sholawat ternama serta pertunjukan seni Islami dijadwalkan mengisi panggung hiburan selama Muktamar berlangsung, sehingga kawasan expo diharapkan menjadi salah satu destinasi favorit bagi peserta maupun masyarakat.
Melalui penyelenggaraan expo dan bazar tersebut, Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU berharap tercipta multiplier effect yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran ribuan pengunjung diperkirakan akan meningkatkan transaksi perdagangan, memperluas jaringan pemasaran UMKM, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, panitia optimistis expo Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi pelengkap agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Jombang dan sekitarnya.
Keberhasilan penyelenggaraan expo diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata Muktamar Nahdlatul Ulama dalam mendukung penguatan ekonomi umat sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan pelaku usaha lokal.





