Selain mendesak peran aktif PBB, Muhammadiyah juga meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) segera mengambil langkah konkret untuk meredakan ketegangan antarnegara anggotanya.
Organisasi tersebut juga menyoroti pentingnya penyelesaian konflik yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk penghentian kekerasan dan upaya genosida terhadap rakyat Palestina.
Muhammadiyah menilai bahwa konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak regional, tetapi juga mengancam stabilitas global, baik dari sisi keamanan, ekonomi, maupun kemanusiaan.
Oleh karena itu, organisasi ini mengajak seluruh negara, lembaga multilateral, tokoh agama, dan elemen masyarakat internasional untuk bersama-sama memperkuat komitmen terhadap perdamaian dan keadilan global.
Dalam seruannya, Muhammadiyah menekankan pentingnya menahan diri dari tindakan provokatif yang dapat memperuncing konflik. Dialog, diplomasi, dan penghormatan terhadap hukum internasional disebut sebagai satu-satunya jalan untuk mencegah kehancuran yang lebih besar.
Pernyataan sikap ini menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam mendorong terciptanya tatanan dunia yang damai dan berkeadilan, sekaligus menunjukkan kepedulian organisasi terhadap dinamika geopolitik global yang berdampak luas bagi kemanusiaan.





