Semua bentuk intervensi tersebut, kata Wihaji, bertujuan untuk memastikan bayi yang akan lahir memiliki kondisi tumbuh kembang ideal dan terhindar dari stunting.

Setelah meninjau rumah keluarga berisiko stunting, Menteri Wihaji menghadiri kegiatan peluncuran program “Lansia Berdaya” (Sidaya) di Pendopo Kabupaten Lamongan. Program ini ditujukan untuk mendorong kelompok lanjut usia tetap produktif dan mandiri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Wihaji kembali menekankan, intervensi bagi keluarga miskin dan rentan tidak boleh disulitkan dengan birokrasi berbelit.

“Ini bukti kehadiran pemerintah. Masalah seperti ini harus ditangani cepat karena menyangkut masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

Saat ini angka stunting nasional berada di angka 19,8 persen, dan pemerintah terus menargetkan penurunan secara bertahap melalui langkah intervensi langsung di masyarakat. BKKBN menilai pembangunan keluarga menjadi kunci dalam menekan kerentanan sosial dan memastikan generasi Indonesia tumbuh sehat.(Bs).

 

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2