“Kita harus mengisi ruang digital kita dengan nilai-nilai yang konstruktif. Jadi, para dai berperan sebagai ujung tombak dalam menyampaikan moralitas kepada masyarakat serta memberikan edukasi tentang bahaya judi online,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Dakwah di era digital ini harus disampaikan dengan cara yang relevan dan menarik agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” ia menambahkan.

Ia menyatakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital akan memperkuat inisiatif untuk meningkatkan literasi digital di kalangan para dai, guna membantu mereka mengatasi tantangan serta memanfaatkan peluang yang ada di ranah digital.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan literasi digital di kalangan para dai, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam menyampaikan pesan dakwah dan menanggulangi promosi judi online yang merugikan masyarakat Indonesia,” ujar Meutya Hafid.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2