“Dari aku menikah pertama, itu aku udah di-KDRT setiap hari. Waktu itu aku masih muda dan sangat membekas. Jadi aku nggak terlalu ingin (berhubungan seks) waktu itu,” kata Yuni Shara.
Yuni Shara beralasan jika hubungan seksualnya saat itu hanya sebagai bentuk penghormatan sebagai seorang istri. “Dulu aku berhubungan seks, aku melayani iya, dan itu sangat tidak menikmati,” kata Yuni Shara.
“Mau orgasme susahnya setengah mati. Selama aku menikah lagi, aku melayani iya. Nah justru di umur sudah tua aku saat itu pergi ke sex shop, kemudian justru aku malah bisa puas ,” kata Yuni Shara.
“Mereka (mantan suami) sudah berusaha, problemnya kan di aku,” kata Yuni Shara.
Yuni mengatakan kalau dirinya punya trauma dari KDRT yang sempat ia alami, dan hal tersebut mempengaruhi hubungan seksualnya.
Sehingga Yuni mengatakan dirinya hanya membutuhkan seorang teman ngobrol saja di masa tuanya nanti. Namun, teman ngobrol yang dimaksudnya bukanlah pasangan untuk melakukan hubungan seks.
“Kalau ditanya pernikahan enggak, tapi ya aku ingin punya teman ngobrol di masa tua,” kata Yuni Shara.
Yuni Shara, mengaku jika keinginannya itu hanya untuk mempunyai teman ngobrol dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seksualnya.
“Kalau masalah hubungan seks, aku kan bisa lakukan itu sendiri. Jadi nggak ngerepotin, aku santai aja meski nggak ada cowok. Aku sudah janda 11 tahun (kini 14 tahun) gak repot jadinya,” pungkasnya. (*)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





