Selain itu, dunia perdagangan juga sedang mengalami perubahan yang sangat cepat. Belanja digital semakin mendominasi sektor ritel, yang menyebabkan banyak toko-toko konvensional gulung tikar.
Perubahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara besar seperti China. Peralihan dari belanja fisik ke belanja online menuntut adaptasi cepat bagi pelaku usaha. UMKM, yang merupakan salah satu penopang utama ekonomi Indonesia, juga harus berjuang keras untuk bertahan di era digital ini.
Namun, permasalahan ekonomi UMKM ini bukan hanya masalah mereka sendiri, melainkan juga masalah sektor ekonomi yang lebih luas. Ketika UMKM menghadapi kesulitan, sektor-sektor lain yang bergantung pada mereka juga ikut terdampak.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk mereka. Sebaliknya, pemerintah harus memberikan dukungan yang lebih besar untuk memfasilitasi UMKM agar lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan digital yang semakin pesat.
Penurunan Ekonomi Makro Global: Dampaknya pada Indonesia
Secara global, perekonomian juga sedang menghadapi tantangan besar. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Masyarakat dunia semakin kesulitan untuk mendapatkan pendapatan, dan banyak perusahaan besar yang mengalami kerugian. Bisnis baru semakin jarang dibuka, dan yang sudah berjalan pun banyak yang terpaksa tutup. Indonesia pun tidak luput dari dampak krisis ini. Banyak masyarakat yang berutang untuk bertahan hidup, dan banyak bisnis yang mengalami kerugian akibat penurunan daya beli masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa kita harus lebih bijak dalam mengelola perekonomian pribadi maupun negara. Tanpa perencanaan yang matang, kita bisa terjebak dalam krisis yang lebih parah. Di sinilah pentingnya pendidikan ekonomi yang memberikan pengetahuan mengenai manajemen keuangan, investasi, serta strategi bisnis yang adaptif.
Pentingnya Pendidikan Berbasis Enterpreneur untuk Menghadapi Tantangan Ekonomi
Di tengah semua tantangan ekonomi ini, pendidikan menjadi kunci untuk mengubah masa depan. Salah satu lembaga pendidikan yang berfokus pada pembekalan keterampilan kewirausahaan adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA). Di FEB UNISLA, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori-teori ekonomi dan bisnis, tetapi juga diberikan peluang untuk mengembangkan pola pikir kewirausahaan yang kreatif dan inovatif.
FEB UNISLA memiliki dosen-dosen yang kompeten, termasuk para doktor yang berpengalaman dalam bidang ekonomi dan bisnis. Program-program yang ditawarkan juga berbasis enterpreneur, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berwirausaha sejak dini.
Pendidikan berbasis enterpreneur ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana peluang usaha semakin terbuka lebar, tetapi di sisi lain, lapangan pekerjaan semakin terbatas. Dengan mengembangkan keterampilan kewirausahaan, mahasiswa dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri mereka sendiri dan orang lain.
Selain itu, FEB UNISLA juga berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam setiap program pendidikannya. Ini memberikan mahasiswa tidak hanya kemampuan untuk berbisnis, tetapi juga untuk menjalankan usaha yang beretika dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan demikian, FEB UNISLA bukan hanya mencetak lulusan yang siap berkompetisi di dunia kerja, tetapi juga mencetak wirausahawan yang memiliki semangat untuk memperbaiki ekonomi negara.
Tahun 2024 membawa tantangan besar dalam bidang ekonomi, baik di Indonesia maupun di dunia. Jeratan utang, inflasi yang semakin tinggi, dan kompetisi yang semakin ketat di dunia kerja mengharuskan generasi muda untuk lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Pendidikan berbasis kewirausahaan di FEB UNISLA memberikan solusi yang tepat untuk mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan peluang usaha sendiri. Di tengah ketidakpastian ekonomi, kewirausahaan adalah salah satu jalan terbaik untuk mengatasi masalah pengangguran dan memperbaiki perekonomian negara. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang tepat, generasi muda Indonesia akan mampu menghadapi tantangan ini dan membawa negara menuju kemajuan.
Oleh: DR Abid Muhtarom,SE.,SPd.,MSE (Dekan fakultas ekonomi dan bisnis UNISLA)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





