Basarnas bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan tetap bekerja secara hati-hati karena kondisi struktur bangunan yang labil. Material reruntuhan di sektor A2 dan A3 terdiri dari balok beton besar yang sulit diangkat tanpa bantuan crane.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Proses evakuasi tidak bisa tergesa-gesa karena setiap pergeseran material bisa menimbulkan risiko bagi petugas di lapangan,” tambah Emi.

Aroma menyengat dari proses pembusukan jenazah juga semakin terasa di sekitar lokasi, sehingga petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri lengkap selama proses pencarian.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Operasi pencarian dan evakuasi di lokasi runtuhnya Ponpes Al Khoziny kini telah memasuki hari kedelapan. Tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi korban yang kemungkinan masih berada di bawah tumpukan puing beton.

Pemerintah daerah bersama Kementerian Sosial dan TNI juga menyiapkan posko bantuan, dapur umum, dan layanan trauma healing bagi para santri dan keluarga korban.(**)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2