“Kami mengajak masyarakat untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar. Melalui kegiatan santai seperti ini, kami ingin mengingatkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kami juga meminta warga untuk menjunjung tinggi sportivitas, baik dalam mendukung tim sepak bola kesayangan maupun dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” ujar AIPDA Lestari W.
Selain itu, petugas juga menyelipkan imbauan agar warga berhati-hati terhadap potensi tindak kejahatan malam hari, seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau pencurian dengan pemberatan (curat). Warga disarankan untuk memastikan pintu rumah dan kendaraan sudah terkunci dengan aman sebelum ditinggal beraktivitas atau tidur.
Kapolsek Pucuk AKP Su’ud secara terpisah menyatakan bahwa pendekatan dialogis melalui kegiatan sosial kemasyarakatan seperti nonton bareng ini dinilai sangat efektif. Karakteristik masyarakat Lamongan yang gemar berkumpul di warkop menjadi peluang bagi kepolisian untuk masuk dan memberikan edukasi tanpa memberikan kesan formal yang kaku.
Kehadiran anggota Polri di tengah-tengah masyarakat pada jam-jam krusial dinilai mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang masih beraktivitas di luar rumah. Selain itu, keterlibatan aktif elemen “Sabuk Kamtibmas” dalam kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi kemitraan antara Polri dan mitra keamanan di tingkat desa berjalan dengan sangat baik.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup, situasi di lokasi nobar Warkop Mas Cahyo maupun di sekitar wilayah Desa Waru Kulon terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Pucuk berkomitmen akan terus menggalakkan patroli dialogis dan kegiatan serupa demi mewujudkan situasi kamtibmas yang prima di seluruh wilayah hukum Kecamatan Pucuk.





