Ketua Lesbumi PCNU Lamongan, Diaz Nawaksara, menyampaikan bahwa konsolidasi ini menghasilkan gagasan besar bernama Astrakamila, akronim dari Arah dan Strategi Kebudayaan Lesbumi Lamongan. Gagasan ini akan menjadi pijakan utama gerak organisasi ke depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami akan menjalin kolaborasi dengan komunitas budaya, seniman lokal, serta melakukan pendataan aset kebudayaan di Lamongan secara menyeluruh,” kata Diaz.

Lesbumi PCNU Lamongan juga mencanangkan gerakan kebudayaan yang diberi nama GEMILANG (Gerakan Lesbumi Lamongan). Gerakan ini akan melibatkan kegiatan sobo desa, penelusuran situs sejarah, petilasan, makam ulama, dan interaksi sosial lintas wilayah untuk mempererat koneksi emosional dan spiritual masyarakat dengan akar budaya mereka.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Gerakan ini akan menghasilkan karya nyata seperti buku, katalog budaya, peta situs, hingga dokumentasi makam-makam ulama sebagai bagian dari konservasi budaya,” tambahnya.

Tak hanya itu, Diaz juga mengungkapkan rencana menjadikan Lesbumi sebagai “rumah besar” bagi para seniman di Lamongan. Salah satu inisiatif strategis ke depan adalah pembentukan call center kebudayaan, yang akan menjadi rujukan, mitra, dan pusat informasi budaya di Lamongan.

“Kami ingin Lesbumi hadir sebagai mitra strategis NU dalam bidang kebudayaan sekaligus menjadi pusat dokumentasi dan referensi budaya yang dapat diakses oleh masyarakat luas,” jelas Diaz, pria kelahiran Bandung yang kini menetap di Lamongan.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua PCNU Lamongan, KH Syahrul Munir, yang memberikan dukungan penuh terhadap pengurus baru Lesbumi. Ia mengapresiasi semangat baru yang ditunjukkan, termasuk peluncuran logo baru Lesbumi Lamongan yang mencerminkan semangat kebudayaan NU.

“Lesbumi adalah lembaga paling fleksibel di tubuh NU. Kekuatan literasi dan kedalaman kajian sejarah Islam lokal menjadi keunggulan yang harus dimaksimalkan,” ujar Gus Syahrul.

Ia juga menyambut baik rencana pembuatan batik khas Lesbumi bekerja sama dengan LPNU Lamongan yang diharapkan bisa digunakan secara resmi saat pelaksanaan kick-off program budaya ke depan.

Konsolidasi ini menandai awal baru bagi Lesbumi Lamongan untuk lebih aktif berkarya, melestarikan budaya, dan menjaga nilai-nilai keislaman dalam bentuk yang kreatif, kontekstual, dan membumi.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2