Melalui pendekatan religius, Lapas Lamongan berharap dapat menumbuhkan semangat perubahan diri, memperkuat nilai-nilai persatuan, dan membentuk karakter yang lebih baik.
Dengan hati yang lebih tenang dan penuh harapan, warga binaan diharapkan semakin siap untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah masa pidananya berakhir.
Lapas Kelas IIB Lamongan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, religius, dan berorientasi pada pembinaan.
Kegiatan semacam ini menjadi bukti bahwa Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan untuk membentuk insan yang lebih baik.
Suasana khidmat menyelimuti acara hingga akhir. Seluruh peserta larut dalam lantunan doa, menandai tekad bersama untuk menjaga persaudaraan, mempererat persatuan, serta menebarkan kebaikan demi Indonesia yang damai dan sejahtera.(Bs).





