Pemerintah terus memfasilitasi dunia usaha melalui instrumen kepabeanan yang efisien, salah satunya adalah melalui kebijakan kawasan berikat. Kebijakan ini terbukti efektif dalam memacu produktivitas perusahaan.

“Hasil nyata dari fasilitas kawasan berikat ini sangat dirasakan. Berdasarkan catatan kami hingga Mei 2026, perusahaan seperti PT BMI, PT Buildyet Indonesia, PT Shoetown Mustika Indonesia, dan PT Citi Plumb telah berhasil menyerap 12.017 tenaga kerja Indonesia. Selain itu, nilai devisa ekspor yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp965 miliar,” papar Asep.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Data tersebut menunjukkan adanya multiplier effect yang masif, di mana geliat ekspor tidak hanya memperkuat kas devisa negara, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal serta menggerakkan roda ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Gelaran Lamongan EXPOrtiva 2026 sendiri dirancang sebagai pameran komprehensif. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Lamongan, Anang Taufik, menjelaskan bahwa pameran ini diikuti oleh 22 tenant yang memamerkan 15 program prioritas pembangunan Pemkab Lamongan serta produk industri unggulan. Selain itu, terdapat 60 tenant lainnya yang khusus menampilkan produk UMKM lokal dan sektor jasa.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pintu gerbang bagi pelaku industri, khususnya UMKM, untuk berinteraksi langsung dengan lembaga pendukung seperti Export Center Surabaya dan Bea Cukai. Kami ingin memfasilitasi pelaku usaha agar semakin percaya diri dan mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke kancah internasional,” tutur Anang.

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah, inovasi pelaku industri, dan semangat UMKM, Kabupaten Lamongan optimis dapat terus mempertahankan tren positif ekspor ini. Langkah strategis ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi daerah sekaligus membawa produk lokal Lamongan semakin dikenal di panggung dunia.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2