BERITASIBER.COM — Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 902/Sri Paduka Gocah (SPG) di Desa Dolok Nampung, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Kementerian Pertahanan untuk melihat secara langsung kondisi satuan, perkembangan pembangunan fasilitas, serta kesiapan operasional dan personel Yonif TP 902/SPG.
Dalam kunjungan itu, Menhan Sjafrie didampingi Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/Bukit Barisan Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya. Sejumlah pejabat tinggi TNI dan TNI Angkatan Darat juga turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Setibanya di Markas Yonif TP 902/SPG, rombongan Menhan disambut melalui prosesi militer yang dipimpin Komandan Yonif TP 902/SPG Letkol Inf Akhmad Saefuddin, S.I.P., M.M. Prosesi diawali dengan laporan satuan dan penghormatan militer oleh regu jajar kehormatan.
Setelah prosesi penyambutan, Menhan menerima paparan komando dari Danyonif TP 902/SPG di ruang data markas. Paparan tersebut mencakup kondisi terkini satuan, perkembangan pembangunan fasilitas, kesiapan personel, hingga sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas.
Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah pengarahan Menhan Sjafrie kepada seluruh prajurit Yonif TP 902/SPG.
Dalam arahannya, Menhan menekankan bahwa menjadi prajurit TNI merupakan amanah sekaligus bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Karena itu, setiap prajurit diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memberikan kinerja terbaik sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Menjadi seorang prajurit TNI adalah panggilan pengabdian yang mulia. Syukuri kesempatan ini dengan memberikan kinerja terbaik untuk bangsa dan negara, serta senantiasa hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” pesan Sjafrie di hadapan para prajurit.
Menhan juga memberikan perhatian khusus kepada prajurit-prajurit muda yang menjadi bagian dari satuan tersebut. Mereka diingatkan agar senantiasa menjaga nama baik TNI, kehormatan keluarga, serta martabat pribadi.
Sjafrie menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi prajurit untuk melakukan tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi. Setiap bentuk pelanggaran, termasuk yang dianggap kecil, dinilai dapat berdampak terhadap citra TNI sekaligus merugikan prajurit, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, disiplin, loyalitas, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap aturan merupakan modal utama dalam menjalankan tugas sebagai prajurit.
Selain memberikan pengarahan, Menhan Sjafrie juga melakukan peninjauan terhadap sejumlah fasilitas yang berada di lingkungan Markas Yonif TP 902/SPG.





