“Harusnya setelah ditegur, makanan lebih baik, matang, dan buah tidak busuk. Tapi pekan ini malah lebih parah,” keluhnya.
Masalah kualitas makanan ditemukan di tiga sekolah yang berada di Desa Kebontemu MI Masyhariyah: salak busuk, tahu bakso mentah, SDN Kebontemu: mangga busuk, PAUD Masyhariyah: tahu bakso belum matang.
Beruntung, hingga kini belum ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat mengonsumsi makanan tersebut.
Para orang tua berharap Pemerintah Kabupaten Jombang dan seluruh SPPG melakukan evaluasi ketat untuk memastikan standar gizi dan keamanan pangan benar-benar diterapkan.
“Kami hanya ingin makanan yang layak dan bergizi. Ini untuk anak-anak, jadi jangan sampai diabaikan,” tegasnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait belum memberikan keterangan maupun merespons panggilan awak media.
Dalam kegiatan sosialisasi dan evaluasi MBG yang digelar di Ballroom Hotel Yusro, Peterongan, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan pentingnya pengawasan maksimal pada setiap penyedia layanan. Ia berharap program MBG bukan hanya memenuhi aspek gizi, tetapi juga menjamin keamanan pangan bagi seluruh siswa.





