Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan kembali fokus pemerintah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pemerintah berkomitmen mengentaskan kelaparan, meningkatkan kecerdasan bangsa, dan memperkuat layanan kesehatan,” ujarnya.
Rachmat juga mengingatkan bahwa upaya pemenuhan gizi harus berjalan beriringan dengan pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih merata.
Sementara itu, Deputi Bidang Pangan, SDA, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, memaparkan perkembangan pelaksanaan SDGs di Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa 62 persen dari 152 indikator SDGs telah dapat diukur, tetapi masih ada hampir 25 persen indikator yang membutuhkan percepatan, serta 40 indikator belum memiliki data capaian hingga 2024.
Keberhasilan Kota Tegal menjadi bukti bahwa daerah dengan skala kecil maupun besar memiliki ruang yang sama untuk menunjukkan kontribusi nyata terhadap agenda global. Program yang bekerja langsung di masyarakat kini mendapat pengakuan nasional, sejajar dengan kebijakan strategis yang digagas pemerintah pusat.
SDGs Action Awards 2025 pun menjadi momentum bahwa inovasi tidak hanya lahir di kota-kota besar, tetapi dapat tumbuh dari komitmen lokal dan kolaborasi yang kuat.






