Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih holistik. Dalam era teknologi yang terus berkembang, Joko juga menyoroti pentingnya guru untuk tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga mengintegrasikannya dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Setiap produk teknologi membawa dampak positif dan negatif. Guru harus mampu mencari keseimbangan antara teknologi dan humanisme,” tuturnya, menekankan perlunya pendekatan yang bijak dalam penggunaan teknologi dalam pendidikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PGRI Lamongan terpilih periode 2025-2030, Adi Suwito, juga menyampaikan harapannya untuk mengevaluasi kebijakan periode sebelumnya demi kemajuan PGRI Lamongan ke depan.

“Yang pertama kita siap mengevaluasi tahun kemarin, jadi kita siap melangkah mengepakkan PGRI untuk menuju tahun depan yang harus lebih baik dengan semangat PGRI,” ungkap mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan yang dipercaya kembali menjadi Ketua PGRI Lamongan.

Konferensi ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi guru-guru di Lamongan untuk bersatu dan beradaptasi dengan perubahan, serta terus meningkatkan kualitas pendidikan demi masa depan yang lebih baik.

“Dengan semangat solidaritas dan kolaborasi, PGRI Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk menjadi organisasi profesi yang adaptif dan berkualitas untuk semua,” ucapnya.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam mewujudkan visi pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Lamongan.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2