Selain layanan pangan, Rinto juga menyoroti pentingnya pembinaan moral dan spiritual sebagai bagian dari proses rehabilitasi. Ia menilai kegiatan keagamaan seperti pengajian dan pendalaman rohani berperan besar dalam memperkuat mental dan membangun kesadaran diri warga binaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kegiatan pembinaan rohani sangat penting agar mereka lebih siap secara mental saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rinto menekankan perlunya pembekalan keterampilan dan pendidikan sebagai bekal masa depan warga binaan. Ia mengapresiasi berbagai program pelatihan yang telah berjalan di Rutan Kelas I Makassar, seperti pelatihan barbershop, tenun, hingga kelas baca-tulis bagi warga binaan yang masih buta huruf.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Ini adalah pembekalan nyata. Dengan keterampilan dan pendidikan dasar, warga binaan memiliki peluang untuk mandiri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” ungkapnya.

Menutup kunjungan kerja tersebut, Rinto menyampaikan apresiasi kepada jajaran Rutan Kelas I Makassar dan Kantor Wilayah Kementerian terkait atas upaya pembinaan yang dinilainya telah berjalan dengan baik.

Komisi XIII DPR RI, kata dia, akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan dan pembinaan warga binaan sebagai bagian dari penguatan penghormatan terhadap HAM di Indonesia.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2